Minggu, 30 Mei 2010

Exercise as a Therapeutic Modality for Obesity




Melakukan diet dan latihan fitnes telah lama diketahui merupakan cara yang jitu untuk mengatasi kegemukan yang berlebih (severe obesity).
Exercise sendiri tidak cukup efektif untuk menurunkan lemak secara bermakna, kecuali pada orang orang yang mempunyai motivasi yang sangat tinggi, demikian pula dengan diet saja.
Gabungan dari pengurangan asupan kalori dan latihan fisik sangat diperlukan dalam terjadinya perubahan dari komposisi tubuh. Pada individu yang melakukan aktifitas fisik dan diet yang benar akan terjadi penurunan berat badan dengan komposisi kehilangan lemak lebih besar dibandingkan dengan individu yang hanya melakukan diet saja atau exercise saja. Bahkan pada individu yang hanya melakukan diet saja ternyata akan kehilangan masa otot yaang cukup besar.
Latihan olahraga dengan intensits rendah dalam waktu lama (endurance exercise) ternyata lebih lambat menurunkan berat badan demikian pula dengan penurunan lemak yang tejadi hanya sedikit.
Kombinasi antara pengurangan asupan kalori yang moderat dengan olahraga aerobik dan angkat beban ternyata mengurangi secara bermakna jaringan lemak di perut dan dibawah kulit. Hal ini disebabkan karena efek pengurangan lemak pada olahraga aerobik akan diperbesar dengan adanya masa otot yang besar yang menyebaban metabolisme meningkat sehingga pembakaran lemak lebih banyak lagi.
Selain itu latihan fisik akan meningkatkan mood, mengurangi rasa lapar dengan demikian akan lebih mudah untuk mendapatkan hasil yang lebih baik.
Exercise juga dapat meningkatkan kebugaran dan kesehatan orang-orang yang melakukannya. Resiko kena sakit jantung dan pembuluh darah menurun demikian pula dengan penyakit diabetes tipe 2, walaupun penurunan berat badan belum tampak.
Penurunan berat badan yang disertai dengan penurunan lemak tubuh, akan mengurangi tekanan pada pembuluh darah, mengurangi trigliserida dan kolesterol sehingga terjadi perbaikan pada sistim kardiovaskuler
Dengan kenyataan ini, maka tampaknya program penurunan berat badan dengan cara diet yang baik dan benar, exercise dan perubahan dari pola hidup sehat, lebih efektif dari program penurunan berat badan yang lain. Oleh karena dengan exercise akan terjadi peningkatan kebutuhan kalori yang dipakai oleh tubuh, dengan akibat penurunan berat badan akan lebih cepat terjadi.

CHANGE YOUR LIFE, ONE DAY AT A TIME

Minggu, 28 Maret 2010

EXERCISE FOR BRAIN HEALTH










Banyak anggapan bahwa kita lebih memerlukan otak dari pada otot untuk dapat memenangkan persaingan di era globalisasi ini. Namun mungkin tidak banyak diketahui bahwa dengan olahraga yang benar, terutama latihan beban untuk mendapatkan otot yang baik, justru dapat membuat otak kita lebih sehat. Hal ini disebabkan karena dengan exercise yang baik, otak kita akan mendapatkan oksigen dan aliran darah yang lebih. Juga faktor pertumbuhan (growth factor) meningkat dengan akibat akan terjadi pertumbuhan sel saraf baru. Selain itu juga terjadi peningkatan pengeluaran bahan kimia otak seperti dopamine, glutamate, norephinephrin dan serotonin. Semua bahan-bahan kimia ini akan membuat kerja otak kita lebih baik.
The New York Times (March 28,2010) menulis artikel tentang A BETTER BRAIN AFTER WEIGHT LIFTING. Disebutkan bahwa dengan latihan beban akan terjadi peningkatan kemampuan membuat keputusan, menyelesaikan masalah serta pikiran lebih fokus dan tidak pelupa (forgetfulness). Jadi terjadi perbaikan dari apa yang disebut dengan COGNITIVE FUNGTION otak.
Pada waktu kita latihan beban, terjadi kontraksi otot yang dimulai dengan adanya aliran listrik yang berasal dari susunan saraf pusat otak. Makin besar aktifitas listrik ini di dalam otot, potensi untuk mendapatkan masa otot dan kekuatan otot juga makin besar.
LORENZO CORNACCHIA melakukan penelitian dengan Electromyographic (EMG) test, untuk menentukan latihan otot mana yang dapat menghasilkan stimulasi elektrik yang terbanyak dalam setiap kelompok otot. Hasilnya adalah sebagai berikut:

1. Pectoralis Mayor Decline dumbbell bench press.
2. Pectoralis Minor Incline dumbbell bench press.
3. Medial Deltoids Standing dumbbell side laterals.
4. Posterior Deltoids Standing dumbbell bent laterals.
5. Anterior Deltoids Standing Front dumbbell raises.
6. Biceps Brachii Incline Seated dumbbell curl (alternate)
7. Triceps Brachii Triceps Pressdown (angled bar)
8. Latissimus Dorsi One arm dumbbell rows.
9. Rectus Femoris Seated leg extensions.
10. Biceps femoris Standing leg curls.
11. Semitendinosus Seated leg curls.
12. Gastrocnemius Standing one leg calf raises.
Oleh kerena itu mulailah latihan beban dengan benar untuk mendapatkan otak yang cerdas.

" EXCERCISE WILL IMPROVE YOUR BODY AND YOUR MIND"

Minggu, 24 Januari 2010

Bahaya Steroid




Anabolik steroid yang sering disingkat dengan steroid saja, adalah bahan sintetik dari hormon testosteron. Biasanya dipakai oleh dokter sebagai terapi pengganti pada penyakit penyakit tertentu dimana produksi testosteron didalam tubuh kurang atau terjadi ketidakseimbangan hormonal pada tubuh manusia.


Saat ini banyak disalah gunakan oleh sebagian masyarakat baik olahragawan maupun bukan olahragawan. Atlet sering menggunakan steroid untuk menambah kekuatannya dengan bertambahnya masa otot, juga untuk mencegah overtraining atau dapat mempercepat masa pemulihan (recovery), sehingga mereka bisa berlatih lebih berat dan lebih lama.


Harus diingat bahwa menggunakan steroid untuk memperbesar masa otot adalah berbahaya dan ilegal karena dianggap sebagai dopping.


Dari penelitian diketahui banyak sekali efek samping yang ditimbulkn oleh karena penggunaan steroid. Bahkan ada beberapa efek samping yang bila terjadi tidak dapat disembuhkan lagi.(lihat gambar). Yang lebih tragis lagi adalah merupakan salah satu penyebab pengguna steroid meninggal pada usia muda.


Pada pengguna steroid sangat mudah terjadi cidera jaringan dan penyembuhannya lebih lama. Walaupun diketahui steroid dapat memperkuat otot, tetapi steroid tidak dapat memperkuat tendon dan ligamen. Tendon adalah jaringaan ikat yang menghubungkan masa otot dengan tulang, sedangkan ligamen adalah jaringan ikat yang mengikat tulang dengan tulang.(lihat gambar) Hal inilah yang menyebabkan mengapa pada pengguna steroid mudah terjadi cidera. Terjadi ketidak seimbangan kekuatan otot dengan tendon dan ligamen. Bahkan pada latihan beban yang berat dapat menyebabkan cidera tulang.


Salah satu steroid yang ada yaitu Androstenedione(Andro) . Steroid ini walaupun sudah dilarang penggunaannya oleh FDA(Food and Drug Administration) tetapi dibeberapa negara masih banyak didapatkan beredar dipasar gelap. Tetrahydrogestrinone (THG) adalah steroid yang sering diiklankan sebagai dietary supplement, dan ini adalah tidak benar karena THG adalah obat steroid sintetik yang mempunyai efek dan resiko sama dengan anabolik steroid.


Human Growth Hormone (HGH) adalah hormon yang dihasilkan oleh kelenjar pituitary di otak, yang saat ini juga sudah dibuat sintetiknya. HGH sintetik ini juga mempunyai efek samping yang berbahaya. Berbeda dengan anabolik steroid, HGH sulit dideteksi dengan tes urine. HGH terutama meningkatkan besar tulang, bukan memperbesar otot. Resiko penggunaan HGH adalah terjadinya Gigantisme (irreversible acromegaly) dan kelainan pertumbuhan tulang (growth deformities). Sering digunakan bersama dengan steroid dengan maksud memperbesar otot sekaligus memperkuat dan memperbesar tulang, namun disinilah timbul masalah yang lebih serius oleh karena efek samping yang ditimbulkan akan lebih berat karena disebabkan oleh 2 macam obat (HGH dan Steroid)


Creatine adalah nutrisi yang dapat meningkatkan energi dalam waktu pendek pada waktu melakukan aktivitas dengan intensitas tinggi seperti pada latihan beban. Secara alamiah tubuh akan membentuk sendiri creatin dari bahan makanan yang mengandung protein. Creatine suplemen sering dipakai untuk menambah pruduksi tenaga sehingga tubuh dapat lebih lama mempertahankan tenaga yang ada dan memperlambat kelelahan. Tetapi mekanisme ini biasanya lebih sering terjadi pada atlit yang sudah pengalaman dengan program yang sudah baik (well trained athletes). Hal in karena pada atlit yang sudah berpengalaman biasanya sudah mengetahui persis kapan tenaganya sudah habis dan memerlukan tambahan tenaga dari creatine. Yang perlu diketahui bahwa bahwa tanpa latihan yang baik dan benar, creatine tidak akan bermanfaat sama sekali. Biasanya juga akan terjadi penahanan air didalam tubuh sehingga berat badan akan menjadi lebih berat (water retention). Sampai saat ini belum ditemukan efek samping yang mengganggu kesehatan pada pengguna creatine.




IS THERE STRENGTH IN A TABLET??????????????.


Minggu, 17 Januari 2010

Diet,Aging and Muscle


Dengan naiknya usia, masa otot juga akan berkurang. Hal ini disebabkan oleh karena dengan naiknya usia, nitrogen yang merupakan komponen penting dari protein otot juga berkurang. Dengan kehilangan nitrogen pembentukan otot baru tidak terjadi. Pengurangan nitrogen ini disebabkan antara lain diet kita yang menyebabkan ph darah kita menjadi lebih asam (acid) dengan naiknya usia. Untuk itu kita harus mengatur diet kita agar darah kita menjadi lebih basa atau ph lebih tinggi (alkalis). Cara alamiah untuk meningkatkan alkalinitas darah yaitu dengan mengatur diet buah-buahan dan sayuran. Lemak dan minyak secara alamiah menyebabkan darah menjadi lebih asam. Bayam dan kismis merupakan makanan yang dapat menyebabkan darah kita menjadi lebih alkalis, sehingga dapat mencegah penurunan nitrogen dan kehilangan masa otot.

Beberapa contoh makanan berdasarkan sifat asam/acidity (+) dan basa/alkalinity(-):

(Remer's study)
Beras merah + 12,5
Rolled oats + 10,7
Roti gandum + 8,2
Spaghety + 7,3
Corn flakes + 6,0
Beras putih 4,6
Peanut + 8,3
Parmesan cheese + 34,2
Whoole milk + 0,7
Meat, fish + 10,8
Chicken + 8,7
Eggs + 8,1
Kismis - 21,0
Bayam - 14,0
Pisang - 5,5
Apricots - 4,8
Celery - 5,2
Carrots - 4,9


Sumber makanan kita apapun yang kita makan, terdiri dari karbohidrat, protein dan lemak. Kesemua makanan tadi dengan bantuan oksigen dari udara akan dibakar untuk mempertahankan fungsi-fungsi tubuh dan menghasilkan tenaga dan panas yang dipakai untuk mempertahankan tempratur tubuh kita. Hasil lain dari pembakaran / oksidasi makanan akan terbentuk asam organik, asam karbonat, asam urat, asam susu, asam lemak, amonia dan lain-lain. Orang Cina menyebut oksigen dengan 2 huruf yaitu Sahn-So yang artinya sumber asam (Acid root)

Pruduk asam dan racun-racun akan dibuang dari tubuh kita dalam bentuk cairan melalui urine dan keringat.

Dengan pola hidup yang tidak sehat, tidak olahraga yang baik dan benar serta polusi udara dan lingkungan yang jelek, tubuh tidak mampu untuk mengeluarkan sisa asam dan racun dengan baik, sehingga akan menumpuk didalam tubuh kita. Hal inilah yang menimbulkan timbulnya berbagai penyakit dan proses penuaan. Juga penyakit cancer dipicu oleh sifat dari darah yang terlalu asam, dikatakan bahwa CANCER CELL ARE ACIDIC AND HEALTHY CELL ARE ALKALINE


POPEYE WAS RIGHT, EATING SPINACH CAN MAKE YOU STRONGER AND MORE MUSCULAR, ESPECIALLY IF YOU ARE OVER AGE 50.


EAT RIGHT, AGE RIGHT




Minggu, 10 Januari 2010

Aging and Energy Consumption




Basal Metabolisme Rate (BMR) adalah metabolisme yang terjadi pada waktu kita tidak melakukan kegiatan apapun, biasanya terjadi pada waktu kita tidur. Disini energi yang dibutuhkan juga minimal. Dengan naiknya usia, BMR juga akan menurun. Pada usia sekitar 60 tahun biasanya BMR akan turun sekitar 10%, dan akan turun terus dengan naiknya usia. Salah satu penyebabnya adalah kehilangan masa otot. Seperti diketahui bahwa makin besar masa otot kita makan makin tinggi pula metabolisme tubuh kita. Hal ini pula yang dapat menerangkan mengapa kita mudah menjadi gemuk dengan naiknya usia, walaupun asupan makanan yang dimakan tidak berubah volumenya. Oleh karena itu asupan makanan harus disesuaikan dengan usia. Bila tidak akan mudah terjadi penumpukan lemak di tubuh kita.
Diet yang salah juga dapat menurunkan BMR sampai sekitar 30%. Hal ini terjadi karena bila asupan makanan berkurang maka tubuh akan berupaya menyimpan makanan dalam bentuk lemak sebagai cadangan makanan untuk dapat mempertahankan hidup.
Ada cara lain untuk mempertahankan agar metabolisme tubuh kita tetap tinggi atau minimal tidak banyak menurun yaitu dengan mempertahankan masa otot tetap besar. Caranya adalah dengan fitnes, terutama dengan latihan angkat beban.

BUILDING AND MAINTAINING MUSCLE MASS IS ONE OF THE MOST IMPORTANT THINGS FOR FITNESS OVER 40TH.

Kamis, 23 Juli 2009

Fitnes dapat mengatur berat badan

Kelebihan berat badan dan kegemukan, telah terbukti sangat berhubungan dengan resiko beberapa penyakit seperti sakit jantung, darah tinggi,sesak napas, diabetes, sakit sendi, stroke dan lain-lain. Oleh karena itu adalah hal yang wajar apabila kita harus menghindari kelebihan berat badan dan obesitas. Untuk itu jawaban yang tepat adalah FITNES alias melakukan olahraga yang baik dan benar. Tentunya tidak boleh dilupakan diet yang benar dan istirahat yang cukup. Cooper Clinic di Dallas telah meneliti bahwa resiko menderita penyakit yang diakibatkan oleh karena kegemukan dapat sangat dikurangi dengan melakukan aktifitas fisik yang baik dan teratur.
Dengan fitnes yang baik terutama dengan melakukan latihan beban, maka masa otot kita akan bertambah. Diketahui bahwa mesin metabolisme kita adalah masa otot. Jadi dengan bertambahnya masa otot kita, maka metabolisme kita juga akan meningkat.Juga diketahui metabolisme yang meningkat ini akan berlangsung terus selama 48 - 72 jam setelah kita selesai melakukan latihan beban. Ini berarti bahwa makanan yang kita makan akan di olah semuanya menjadi tenaga dan tidak disimpan dalam bentuk lemak.
Bila kita juga melakukan aerobik dengan intensitas sedang, ini juga akan membantu dalam membakar lemak yang ada didalam tubuh kita.
Dari penelitian diketahui bahwa menurunkan berat badan hanya dengan diet akan sulit dipertahankan. Hal ini disebabkan setelah kita melakukan diet beberapa waktu, maka tubuh kita akan beradaptasi dengan kondisi diet yang kita lakukan. Jadi dengan diet saja biasanya hanya memberi hasil penurunan berat badan pada waktu permulaan saja. Setelah itu kita cendrung untuk menjadi gemuk lagi. Inilah yang disebut dengan YOYO EFEK. Adaptasi yang dilakukan tubuh adalah dengan menurunkan metabolisme tubuh, sehingga makanan diet yang kita makan sudah berlebih akibat metabolisme yang menurun tadi. Oleh karena itu kita harus mempertahankan metabolisme tetap tinggi dengan melakukan fitnes yang meliputi latihan beban dan aerobik. Dengan latihan beban masa otot kita meningkat dengan akibat metabolisme meningkat dan tetap tinggi, dengan aerobik lemak tubuh kita dapat berkurang. Kondisi inilah yang dapat mempertahankan berat badan kita tetap stabil dan tidak terjadi yoyo efek.
BUILDING AND MAINTAINING YOUR MUSCLE MASS, WILL KEEP YOUR IDEAL BODY WEIGHT